Sekuel Game DreadOut Ditargetkan Rilis Tahun Depan

Jakarta – Game survival horror buatan anak negeri, DreadOut, pertama kali diluncurkan pada tahun 2014. Pengembangan sekuelnya sedang dilakukan dengan target rilis akhir tahun depan.

Managing Director Digital Happiness selaku pengembang DreadOut Dito Suwardita mengatakan bahwa saat ini perusaahannya sebenarnya masih berada dalam tahap awal pengembangan DreadOut 2.

“Sampai sejauh mana kita belum terlalu jauh, kita masih di tahap vertical slice, masih ke arah demo publishing,” kata Dito saat panel di BEKRAF Outlook Conference di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Digital Happiness telah mengumumkan dikembangkannya DreadOut 2 melalui postingan di halaman Steam-nya pada bulan lalu. Terkait jeda panjang antara DreadOut pertama, Dito menyebutnya dikarenakan tak le biaya produkski

Dito mengatakan jarak yang cukup jauh ini dikarenakan biaya produksi DreadOut 2 yang cukup tinggi, sehingga saat ini pihaknya masih fokus mencari investor.

“Untuk pembuatan DreadOut 2 secara development cost memang cukup tinggi jadi kita masih cari investor. Investornya juga masih yang lokal,” jelasnya.

Dito pun berharap sekuel game ini dapat dirilis pada akhir tahun depan. “Kemungkinan targetnya akhir tahun depan sudah rilis.”

(rns/rns)

Dua Ponsel Sony Cicipi Android 9 Pie

Jakarta – Daftar perangkat yang mendapatkan pembaruan sistem operasi ke Android 9 Pie semakin panjang setelah Sony menambahkan dengan dua ponsel besutannya. Xperia XZ2 dan Xperia XZ2 Compact jadi smartphone yang dimaksud.

Sejatinya, dua ponsel tersebut bukanlah perangkat pertama Sony yang mendapatkan seri terbaru dari sistem operasi milik Google itu. Vendor asal Jepang sudah mengumumkan bahwa Xperia XZ3 merupakan smartphone pertama mereka yang mendapatkan Android 9 Pie sedari diluncurkan.

Walau begitu, Xperia XZ2 dan XZ2 Compact adalah dua perangkat pertama Sony yang mendapat pembaruan ke Android 9 Pie, sebagaimana detikINET kutip dari The Verge, Minggu (14/10/2018). Berikut tampilan dalam ponsel yang menunjukkan ketersediaan pembaruan ke sistem operasi tersebut:


Notifikasi pembaruan Android 9 Pie di Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compact serta perubahan pada tampilan kameranya pasca update. Notifikasi pembaruan Android 9 Pie di Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compact serta perubahan pada tampilan kameranya pasca update. Foto: Xperia Blog

Mengingat duo tersebut mulai dijual pada April lalu, ini jadi pertanda yang bagus dari Sony. Mereka tampak masih bersikap proaktif di dalam industri smartphone dengan menghadirkan update ke OS terbaru kepunyaan Google, walau sempat beredar kabar pihaknya bakal menyerah di sektor ini.

Menarik untuk ditunggu manuver apa lagi yang akan dilakukan olehnya. Sebelumnya, HMD Global juga sudah mengumumkan jika Nokia 6.1 Plus juga akan mencicipi Android 9 Plus. (mon/mon)

NASA Siap Tembus Tata Surya dengan Voyager 2

Jakarta – Pesawat antariksa milik NASA, yaitu Voyager 2, sedang menapaki langkahnya untuk keluar dari Tata Surya. Kini, ia diketahui telah mendeteksi peningkatan sinar kosmik yang memang berasal luar sistem bintang tempat Bumi berada.

Sejak Agustus lalu, Cosmic Ray Subsystem, instrumen pada Voyager 2 telah mengukur peningkatan sekitar 5% dari intensitas sinar kosmik yang memapar pesawat antariksa tersebut dibanding pada awal bulan yang sama. Selain itu, instrumen lainnya, Low-Energy Charged Particle, juga mendeteksi hal yang sama.


Sinar kosmik adalah partikel yang bergerak cepat. Ia berasal dari luar sistem Tata Surya, sebagaimana tercantum dalam situs resmi NASA.

Beberapa sinar kosmik tidak bisa masuk karena diblok oleh heliosphere. Maka dari itu, dalam misi ini Voyager 2 diharapkan dapat mengukur peningkatan dari intensitas sinar kosmik yang menghampiri dan melewati heliosphere.

Diluncurkan pada 1977 silam, Voyager 2 sekarang sudah berada sejauh 17,7 miliar kilometer dari Bumi. Sebagai perbandingan, angka tersebut lebih dari 118 kali jarak antara Matahari dengan Planet Biru ini.

Ilustrasi dari pesawat antariksa Voyager 2 milik NASA.Ilustrasi dari pesawat antariksa Voyager 2 milik NASA. Foto: NASA
Posisi Voyager 2 dibandingkan dengan pendahulunya bernama Voyager 1.Posisi Voyager 2 dibandingkan dengan pendahulunya bernama Voyager 1. Foto: NASA

Sejak 2007 lalu, penjelajah ini sudah melewati lapisan paling luar dari heliosphere. Itu adalah kawasan yang mengelilingi Matahari dan planet lain. Heliosphere didominasi oleh medan magnet.

Karenanya, para peneliti pun sudah mengawasi Voyager 2 untuk bisa menjangkau lapisan heliopause yang membatasi antara heliosphere dengan kawasan di luar Tata Surya. Begitu sudah keluar dari heliosphere, maka ia akan menjadi objek buatan manusia kedua yang bisa melakukannya. Sebelumnya, Voyager 1 jadi yang pertama menuntaskannya.

Pada Mei 2012 lalu, Voyager 1 juga sudah merasakan peningkatan intensitas paparan sinar kosmik yang mirip dengan Voyager 2 sekarang alami. Tiga bulan setelahnya, Voyager 2 sudah bisa melewati heliopause dan keluar dari Tata Surya.

Walau begitu, tim peneliti mengatakan jika peningkatan paparan sinar kosmik tidak benar-benar menjadi tanda jika pesawat antariksa bersangkutan akan menembus heliopause. Hal tersebut lantaran Voyager 2 memiliki lokasi yang berbeda ketimbang Voyager 1 saat itu. Hal ini bisa berakibat pada perbedaan waktu yang dibutuhkan Voyager 2 untuk keluar Tata Surya.

(mon/krs)